Showing posts with label tentangbuku. Show all posts
Showing posts with label tentangbuku. Show all posts

Friday, April 11, 2008

Sekai no hayakuchi kotoba, kazoe uta, kaibun


Rating:★★★★★
Category:Books
Genre: Childrens Books
Author:kodomo kurabu
Buku ini berjudul 世界の早口ことば・数え歌・回文 (Sekai no hayakuchi kotoba, kazoe uta, dan kaibun). Terbitan 旺文社 (Obunsya). Isinya kurang lebih adalah berbagai permainan kata dari seluruh penjuru dunia untuk anak-anak. Baik itu berupa kalimat yang apabila dibaca cepat akan terasa lucu, anagram, maupun lagu berhitung.

Misalnya kalau dalam bahasa Indonesia (yang tercantum di buku ini):

1. "Kakek, kuku kaki kakakku kiki, kaku-kaku".
Ini kan terkenal banget yah di Indonesia

2. "K A S U R I N I R U S A K"
perhatikan kalimat ini susunan hurufnya sama walaupun dibaca dari kiri ke kanan, maupun sebaliknya

3."Ular melingkar di pagar, muter-muter keblinger."
Ini pun udah biasa kita pake di Indonesia, terutama untuk ngeledekin temen yang cadel ^_^

Selain dalam bahasa Indonesia, tentunya juga ada permainan kata dalam bahasa Jepang, seperti:

1. "わたし まけましたわ" (Wa-ta-shi-ma-ke-ma-shi-ta-wa).
Setiap suku katanya akan sama baik dibaca dari kanan maupun kiri

2. "となりのきゃくは よくかきくうきゃくだ" (tonari no kyaku wa yoku kaki ku u kyaku da)
Coba ucapkan dengan cepat ^_^

Dalam bahasa Inggris :
"Peter Piper picked a peck of pickled pepper. Did Peter Piper pick a peck of pickled pepper? If Peter Piper picked a peck of pickled pepper, where's the peck of pickled pepper Peter Piper picked ?"

Selain dari bahasa-bahasa ini juga ada dalam bahasa Vietnam, Thailand, China, Mesir, Italia, Rusia, Tanzania (Swahili) de el el.. pokoknya banyak deh.

Setiap permainan kata tersebut ditulis dalam aksara aslinya baik Latin, Kanji Jepang, Kanji Cina, Hindi, Hangul, dsb. Selain itu juga disertai dengan cara membacanya dalam bahasa jepang, arti dalam bahasa jepang, serta ilustrasi menarik. Dan tentu tidak ketinggalan CD yang berisi suara orang dari berbagai negara membacakan permainan kata yang tercantum.

Sampai disini mungkin ada pertanyaan besar dari saudara-saudara "mengapa saya dengan sengaja mencantumkan buku ini dalam review multiply dan memberikan bintang 5 kepadanya ?"

Jawabannya adalah :

Karena suara saya yang merdu masuk kedalam CD buku ini, sebagai speaker dari Indonesia ^_^ V .. hehehe.

Mohon maaf bagi yang tidak berkenan, tapi baru kali ini CD yang berisi suara saya dapat ditemukan di toko online amazon.co.jp dan Kinokuniya (toko buku bergengsi di Jepang). Yah walaupun yang masuk hanya sebuah kalimat :
"Ular melingkar di pagar, muter-muter keblinger"

Tapi tetap nama saya tercantum di Buku, dan CD nya ..

(Bagi anda-anda yang ingin mendengarkan suara saya tersebut bisa buka dibagian music multiply ini, didalam playlist "SUARA SUKMA". Walaupun kayaknya sih gak ada gunanya)

Monday, October 08, 2007

Diary Pengantin

Rating:★★
Category:Books
Genre: Nonfiction
Author:Izzatul Jannah & Robi'ah al-Adawiyah
Pas lagi ngoprek2 koper ketemu buku ini. Mungkin istri terlupa menaruhnya di sini... or sengaja diselipin biar aku baca .. hehehehe

Buku ini nonfiksi.. nampaknya merupakan cerita hidup mbak I je dan mbak Robi'ah (ngasal pake mbak) ^_^. Tapi nama tokohnya diganti.. kalau yang separuh awal cerita pasangan Ajeng dan Bagas (ini mungkin mbak I je).. sedang separuh akhir cerita pasangan Rafa dan Hafidh (ini mungkin mbak Robi'ah).

Metode penulisannya bagaikan sang istri sedang bercerita pada Diary.. Diary sebagai orang ke-dua.. sering direfer sebagai Dy.. or kata ganti lainnya. Sedangkan suami sering direfer sebagai orang ke 3...

Kalau isinya.. Hmmmmm

Secara umum ini menceritakan pernikahan --mulai dari taaruf sampai kehidupan pernikahannya itu sendiri -- dari sudut pandang seorang akhwat yang aktif -- bisa dibilang sangat aktif-- dalam dakwah.. yah kalau minjem istilah istri "akhwat2 jilbab panjang" ^_^.

Entah kenapa kedua tokoh wanita disini menikah pada usia 23 tahun.. hehehe mirip seperti aku dan mbak ully (tahun ini Desember InysaAllah 23..)--intermezzo

BTW.. yah diceritakan didalam buku ini, apa sih yang terjadi dalam rumah tangga para akhwat dan ikhwan ahli dakwah. Apa aja sih konflik yang mungkin terjadi.. mengapa itu bisa terjadi.. apa solusi mereka..

Kisah Ajeng dan Bagas cukup menarik.. dimana diceritakan sering terjadi konflik antara mereka yang diakibatkan 2 karakter yang bisa dibilang sangat berbeda. Bertolak belakang. Yang seorang penyemangat, yang seorang lebih tenang. Yang seorang idealis, yang seorang lebih praktis. Yang seorang suka berbicara, yang seorang pendiam. Intinya tentang perbedaan karakter dalam rumah tangga. Setidaknya buat aku yang selama ini merasa sifat dan cara berpikir kami (aku dan mbak Ully -red) mirip, kisah ini bisa jadi bahan perenungan, bahan untuk introspeksi, dan pelajaran.

Sedangkan kisah Rafa dan Hafidh menceritakan tentang pasangan yang punya visi saklek dengan pemikiran yang "Revolusioner" (meminjem kata2 Rafa dalam diary-nya). Pada cerita kedua ini lebih banyak menggambarkan tentang Idealisme yang dimiliki oleh Rafa dalam hubungannya dengan "pasangan" dan "berumah tangga". Semangat meletup2 bisa dibaca pada untaian kata2 Rafa. Untuk mereka2 para akhwat dan ikhwan sejati.. yang beridealisme tinggi dengan kualitas keimanan yang tinggi pula, mungkin bisa menjadi bahan pemikiran dan introspeksi.

Tapi jujur, aku pribadi kurang bisa ber-empati dengan Rafa dan suaminya.. Buatku terlalu jauh.. bagai "sebuah lagu tentang negri diawan"--kata Katon^_^.. kualitasnya beda. Dan malah terkadang kesannya kaya' membaca versi cerita bersambung dari buku2 pernikahan karangan M Fauzil Adhim...

Kalaupun ada alur perasaan yang bisa kumengerti.. itu karena Rafa dan suaminya LDR (Long Distance Relationship) kayak aku sekarang ^_^

Sebenernya buku ini menarik.. karena buat aku yang di KTP berjenis kelamin Pria.. bisa mengerti sedikit pemikiran dan gaya berpikir wanita. Bisa menyelami sedikit terumbu karang dari samudra hati para akhwat(Yang kalau menurut KTP istriku .. itu jenis kelaminnya ^_^).

Selain itu aku juga bisa mengambil hikmah kalau Akhwat Jilbab Panjang dan Ikhwan Jenggot lebat itu juga MANUSIA.. punya Rasa punya Hati... jangan samakan dengan para malaikaaaat hehehehe.. Dimana ternyata layaknya hubungan suami istri lainnya ada juga percekcokan, pertengkaran dan ketidak cocokan dalam satu dan lain hal.

Tentunya ini bisa jadi hembusan nafas segar yang sedikit melegakan untukku..dimana aku akhirnya mendapatkan contoh kalau bahkan keluarga para aktifis pun diuji dengan itu.

Nah karena ini bisa saja aku memberikan bintang 3 untuk buku ini.

Cuman sayangnya.. buku ini buatku terlalu tinggi.. tidak benar2 menyentuh.. dan kurang bisa berempati..Dan kalau tidak bisa berempati, sulit bagi aku untuk terhanyut dalam aliran kata-kata pada buku ini, dan kemudian menutup bukunya dengan puas. Terutama seperti kubilang tadi.. dibagian Rafa dan Hafidh.

Selain itu, juga di beberapa tempat kesannya ingin menyampaikan pesan2 moril yang padat, sehingga terkadang kisah2nya kurang menarik.. dan dipaksakan untuk diceritakan.

Jadi kesimpulan akhirnya..
bagi akhi dan ukhti
beridealisme tinggi
yang hendak menikah dini.. (maksain pake i semua ^_^)
mungkin buku ini bagus untuk anda

bagi aku yang tidak terlalu aktifis..
buku ini kurang cocok untuk dijadikan referensi berumah tangga.. tapi bukan berarti tanpa manfaat, karena banyak juga yang bisa dipelajari disana...