Wednesday, June 20, 2007

.......

.............
..............
............
................

....................
.....
.
..........
...................
.........
.........................
.........................

........................
.....................................
.....
..........
.........
......................
..........

Friday, June 15, 2007

Thanks



Hehehe.. gw hazukashii kalo ngomong langsung ke elo. Cuman gw pengen ngungkapin ini.. soalnya biar suatu saat nanti pas kita udah sama2 gede.. gw masih bisa tetep inget ^_^

Terima kasih udah nelepon yah...
terima kasih udah ngabarin...
terima kasih udah percaya dan cerita ke gw...
terima kasih udah jadi temen gw...

^_^

Tuesday, June 05, 2007

Alat Komunikasi


Menurut lo apa sih yang bisa disebut alat komunikasi itu ?

Paling, yang pertama kali muncul adalah Bahasa... ya.. benar... bahasa itu penting buat komunikasi. Dengan bahasa kita bisa menyampaikan apa yang kita mau lewat verbal maupun tulisan.

Lalu bagaimana dengan "gesture" atau gerakan tubuh ? Bagi orang yang tidak dapat mendengar, ini biasa digunakan sebagai pengganti bahasa. Namun bagi yang dapat mendengar pun.. gerakan tubuh kadang menjadi penting.

Tapi diluar semua itu.. menurut gw alat komunikasi paling penting yang dimiliki oleh manusia adalah Hati, perasaan.. taaelaaah..

Beberapa kejadian yang terjadi (gak hemat kata2 nih) di sekitar gw, akhir2 ini membuat gw memikirkan hal itu.

Contoh gampangnya deh.. coba bayangin situasi2 berikut (bentar2.. gw juga ikut membayangkan dulu yah.. hehehehe)

1. Bayi yang baru lahir sampai beberapa bulan awal kelahirannya, apakah sudah mengerti Bahasa ? Apakah mereka sudah dapat menginterpretasikan bahasa tubuh ? Lalu bagaimana seorang bayi dan ibunya bisa berkomunikasi begitu dalam ? Mengapa seorang bayi bisa merasa tenang pada saat digendong ibunya, dan mau meminum ASI nya...

2. Pernah gak lo berdebat tentang sese0rang tentang sesuatu. Dengan bahasa yang sama, dengan kebiasaan yang sama. Tapi kemudian lo berfikir.. "idiiiiih nih orang ngejengkelin banget sih.. gak mau ngerti ngerti... gw gak ngerti deh apa yang dia omongin"... Loh .. padahal kan berbicara dengan bahasa yang sama, dengan bahasa tubuh yang sama... kok bisa gak saling ngerti.

3. Pernah gak lo liat anak kecil seumuran TK atau SD yang berbeda kewarganegaraan, berbeda bahasa, berbeda kebiasaan.. kalau lagi berkumpul (bisa di masjid, atau di sekolah).. mereka bisa bermain, berlari, tertawa, menangis bersama.

4. Pernah gak lo liat Anjing, kucing, atau hewan peliharaan lain yang sedang bercengkrama dengan majikannya. Gimana si majikan bisa tahu kalau hewan peliharaannya itu lapar,haus, ketakutan, atau kaget... kalau ada sesuatu yang aneh

Kalau gw yah, setelah membayangkan hal-hal diatas.. menjadi semakin yakin.. kalau perasaan, hati .. keinginan untuk mengerti lawan bicara.. jauuuuh lebih penting dibanding bahasa atau gerakan tubuh.

Gw bukannya bilang bahasa itu gak penting yah.. Penting banget.. cuman kalau tanpa hati.. gw gak yakin komunikasi bisa terjalin.

Dengan keinginan, hati, dan perasaan kita untuk berkomunikasi, untuk mengerti lawan bicara kita, secara otomatis, bahasa kita, gerakan tubuh kita, raut muka kita, senyum kita, bahkan mungkin aura kita (ini bukan aura kakak kelas gw di SMA yah) akan berubah sedemikian rupa, sehingga dapat membuat lawan bicara kita mengerti.

Sentuhan lembut ibu pada anaknya..tatapan mata dan senyum anak-anak kecil...sentuhan hewan peliharaan dengan majikannya... semua itu.. merupakan perwujudan dari perasaan, dan hati yang ingin berkomunikasi.

Even.. pada saat kita mencoba untuk berkomunikasi dengan Yang Maha Agung, Maha Suci, Maha Pengasih, dan Maha Penyayang.. hati merupakan alat yang paling tepat. Saat hati kita bersih, doa kita InsyaAllah akan terkabul. Saat hati kita mendekat dengan-Nya ..InsyaAllah Dia akan Mendekati kita...


Hehehehe.. gw bukan ahli komunikasi, dan gw juga sering gagal dalam berkomunikasi. Tapi gw percaya, komunikasi dengan hati yang tulus, dengan keinginan untuk berkomunikasi, akan membuat pesan yang ingin disampaikan akan dengan mudah tersampaikan. Sebaliknya.. komunikasi tidak dengan hati... dengan perasaan yang disembunyikan.. dengan ada udang di balik bakwan... tidak akan tersampaikan dengan baik...

Huhuhu.. haduh, haduh.. gw ngomong apaan sih...

Mudah-mudahan gw bisa berkomunikasi dengan hati..

Thursday, May 31, 2007

悔しかった


悔しかった

6時間過ぎた今でも、涙が出るぐらい悔しい。
超悔しい
マジ悔しい
この悔しさをどうすればいいの

今まで、災いが来ると、positive thinkingでなんとか乗り越えられてきたけど。
これは結構重いなー

Wednesday, May 30, 2007

Islam di Jepang

Hmmm sudah tahun ke 6 gw tinggal di Jepang. Dan entah udah berapa kali gw ditanyain orang2, "gimana sih Islam di Jepang".

Berikut ini ada artikel mengenai Islam di Jepang yang ditulis oleh Koran Jepang (Kayaknya sih Herald-Asahi deh) berbahasa Inggris. Dan InsyaAllah sejauh pandangan gw cukup menggambarkan kehidupan Islam di Jepang secara objektif. Setidaknya emang begini deh kira2 islam di Jepang.

Lengkap dengan cerita Pembangunan Mesjid, Kesulitan mas-mas Trainee untuk sholat, Kesulitan mengajarkan anak2 muslim yang lahir dan besar di Jepang mengenai Islam, Protes dari penghuni di sekitar masjid karena banyak muslim yang ngumpul disana, Naik haji, dll

So buat yang masih penasaran, mengenai Islam di Jepang. Mungkin bisa dibaca disini
http://www.asahi.com/english/Herald-asahi/TKY200705040051.html

Saturday, May 26, 2007

Rumah model


Lagi Iseng2 beres kertas2 lama hari ini, eh ketemu puramodel (plastic model) rumah2an yang kalau gak salah gw beli 4 tahun yang lalu.

Inget sih waktu beli kepikiran [aaah pengen buat aaah]. Tapi dengan berbagai alasan "gak ada waktu", "belum beli cat buat ngewarnain" dsb. Sampai sekarang masih tersimpan dalam kotaknya dengan rapih.

Akhirnya tadi gw coba buat, hehehehe agak2 ngasal juga sih buatnya. Abis gw kerjaan yang butuh kerapihan dan ketelitian kayak gini gak terlalu bisa. Udah gitu, lem yang gw beli 4 tahun yang lalu untuk ngerjain ini ternyata lebih baik digunakan untuk kayu, dan kertas... sedangkan yang mau gw buat kan Plastik ?????!!! dasar Wantoooo wantoooo !!!!

Akhirnya dengan ngawur2 berhasil deh gw buat. Tuh hasilnya di foto.. Yang keliatan putih2 itu lem yang kebanyakan gw pake.. akhirnya luber ke kiri dan kekanan.

Seharusnya sih rumah ini membentuk sebuah warteg tradisional jepang. Tapi entah kenapa yang gw buat lebih cocok disebut rumah hantu.. hehehehe.. bobrok eeeuy.. gak ada warnanya pun.

Wednesday, May 09, 2007

Terbelalak

"Terbelalak".. kata kata yang aneh... yang dalam bahasa Indonesia dapat diartikan "Keadaan mata yang terbuka lebar apabilang sedang terkejut" : Terjemahan bebas (ngawur).

Waktu pertama kali datang ke Negeri penjajah ini (upps mantan penjajah ^_^). Aku adalah belia berumur 17 tahun, yang belum mengerti apa-apa. Hanya modal nekat, dan rasa ingin tahu, serta keinginan menjadi jauuuuh lebih baik yang menhantarkan perjalanan awal-awal hidup ku disini begitu "aktif".

Aku ingat, setiap akhir minggu aku hampir tidak pernah ada dirumah, Pengajian, Jalan-jalan, Latihan Bela Diri, Menginap di rumah teman. Apa saja kujalani untuk mengisi hari-hariku. Menambah Pengalamanku.

Sekarang.. sudah lebih 5 tahun aku bermukim di negeri ini. Umurku pun sudah menginjak Kepala 2 dan buntut 2 (22 tepatnya ^_^).

Aku menjalani hari-hariku seperti biasa... biasa seperti apa ? yaaaah sebiasa-biasanya. Kampus-rumah-rumah-rumah-rumah-kampus... hehehe (soalnya banyakan dirumahnya) ^_^.

Aku pikir ini adalah hal yang wajar, sampai beberapa menit yang lalu, aku tidak sengaja membuka Account Friendster seorang teman.

Dia dan beberapa temannya datang ke negeri ini dari daerah yang hanya pernah aku kenal di pelajaran Geografi, 1,5 tahun setelah aku datang. Walau kebanyakan umur mereka tidak berbeda dariku, Bahkan banyak yang lebih dewasa, tapi secara pengalaman hidup di negeri ini, setidaknya waktu itu, aku mungkin lebih banyak.

Tapi pada saat aku membuka friendsternya (kembali ke pokok bahasan). Dia sudah menyempurnakan separuh agamanya dengan seorang akhwat yang....seorang akhwat (aku tidak tahu siapa akhwatnnya, karena tidak ada penjelasan disana). Saat itu lah aku TERBELALAK, TERSENTAK, TERJEREMBAB, TERPETEKUR (kuurrr..kurrr..).

Tentu aku turut bergembira untuknya. Separuh agamnya udah sempurna coooyy... Ibadahnya bisa jauh lebih khusyuk jack.. Tapi dibalik rasa gembira ku itu ada rasa cemburu padanya.

Bukan !!! bukan karena aku kebelet pengen nikah !! Bukan !! (yah pengen sih pengen.. tapi bukan itu yang melintas di pikiranku).

Tapi aku masih sangat ingat 4 tahun yang lalu, ketika mereka baru datang, aku ingat tatapan mata mereka pada saat berkenalan, kata-kata yang keluar dari mulut mereka pada saat ngobrol, Semangat, dan cita-cita yang tehembus dari desahan napas mereka. Semua mengingatkan ku pada aku yang baru datang ke Jepang. Semua membuat jiwaku bergejolak, membangkitkan semangat juang yang telah menipis. Pada semua cita-cita, pada semua tujuan, pada semua kenaifan yang murni.

Dan sekarang pada saat aku membaca friendster dan blognya, entah kenapa semua bayangan itu kembali muncul. Berkelebat datang, menabrak ku, mengangkat ku untuk kembali menghempaskan ku ke bumi.

Aku bisa melihat diriku yang 5 tahun lalu di friendsternya. Aku bisa melihat ketikan (bukan goresan) kata-kata ku di BLOGnya. 5 Tahun yang lalu aku membayangkan kata-kata di blognya saat ini, adalah jenis kata-kata ku 5 tahun yang akan datang. 5 Tahun yang lalu aku membayangkan cita-cita dan hembusan semangatnya adalah cita-cita dan hembusan semangatku 5 tahun yang akan datang.

Tapi setelah 5 tahun berdiri disini, nampaknya aku sudah berdamai dengan masalah, bersetuju dengan ketidak mampuan. Menepak kenaifan dengan sesuatu yang nyata. Mengganti semangat dengan keinginan. Menempatkan akhir perjalanan sebagai cita-citaku.

Yah, cukup menyesali diri, tidak akan ada yang berubah. Kembali bangkit setelah jatuh, jauh lebih sulit dari memulai sesuatu.

Yah mungkin aku tidak akan bisa kembali ke aku yang 5 tahun yang lalu. Dan
aku memang tidak mau... Aku hanya ini menjadi lebih dekat dengan aku yang aku bayangkan 5 tahun yang lalu tentang aku yang 5 tahun yang akan datang.. (nah lo ngerti gak ?)

Untuk Temanku disana, "barakallahu laka wa baraka `alaika wa jama`a bainakuma fi khairin"